Sepeda motor memiliki kapasitas yang biasanya digunakan istilah 'CC' yang berarti centimeter cubic dimana ini meyatakan ukuran volume silinder dalam suatu mesin dan ini juga menentukan kekuatan tenaga dari mesin tersebut. Mungkin teman-teman semua sudah ada yang mengetahui apakah itu CC, namun supaya kita semua dapat mengetahuinya maka saya akan mengulasnya disini.
Sebelum kita membahas lebih dalam ada baiknya kita melihat contoh mesin motor berikut :
Didalam mesin ini akan kita dapati sebuah silinder yang menyatakan CC dari motor itu. Isi silinder menentukan banyaknya gas yang masuk kedalam silinder waktu
motor mengadakan gerak isap. Kesimpulan setiap motor bahwa semakin besar
CC yang dimilikinnya semakin besar pula tenaga yang ditimbulkan.
Biasanya dalam buku petunjuk spesifikasi motor, besarnya isi silinder
ditulis dengan Displacement CC. volume silinder bisa dihitung apabila
diameter Silinder (Bore) dan panjang gerak Zuiger (stroke) diketahui
ukurannya. Hasilnya diketahui dalam ukuran CC tidak jauh dari type motor
yang bersangkutan.
Untuk lebih mudah membayangkannya maka dapat melihat gambar berikut :
Contoh :
Suatu motor memiliki Bore = 50 mm,
Stroke = 45 mm.
Maka volume silinder dapat dihitung sebagai berikut:
V = IID2.S.x1/4
= 3,14 x (5)2x4,5 Cm2
4
= 353,25 CC = 88,31 CC
4
Jadi volume silindernya = 88,31 CC dan terbukti volume ini ada pada kendaraan Honda type S90z.
Demikian juga untuk kendaraan jenis Honda Benly yang Displacementnya =
150 CC, Yamaha RX 100 = 97 CC. dari sini bisa kita ketahui bahwa
perbedaan antara kedua jenis motor diatas menunjukkan Honda Benly lebih
besar tenaga yang dihasilkan.
Bahkan sekarang sepeda motor khususnya motor 'Gede' sudah ada yang mencapai 1000-an CC dan jika kita ingin menggunakan motor dengan CC yang besar kita harus mempersiapkan modal yang banyak.
Yah sampai disitu ulasan kita mengenai kapasitas mesin 'CC' semoga kita semakin dapat memahami mengenai sepeda motor.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar